Seventeen - Menemukanmu — (lirik)
Di bawah langit senja yang mulai meredup, Rangga duduk sendirian di sudut kafe favoritnya [1]. Di genggamannya, sebuah cangkir kopi yang sudah mendingin menjadi saksi bisu penantiannya yang panjang [1]. Bertahun-tahun ia hidup dalam kesendirian, mengunci rapat hatinya setelah badai masa lalu memporak-porandakan impiannya tentang cinta [1].
Saat mengantar Kirana pulang di bawah rintik hujan yang mulai mereda, Rangga berbisik dalam hati. Ia merasa telah menemukan kepingan jiwanya yang hilang. Ia siap membuka lembaran baru dan mencurahkan seluruh sisa cintanya hanya untuk wanita yang baru saja ia temukan. 💡 Seventeen - Menemukanmu (lirik)
Seorang wanita dengan jaket rajut berwarna krem melangkah masuk, mencari tempat berteduh dari rintik gerimis yang tiba-tiba turun. Karena kafe sedang penuh, wanita itu—panggil saja Kirana—dengan ragu mendekati meja Rangga dan bertanya apakah ia boleh berbagi tempat duduk. Rangga hanya mengangguk pelan, tanpa melepaskan pandangannya dari balik jendela. Di bawah langit senja yang mulai meredup, Rangga
Ia terbiasa berjalan dalam sunyi, meyakini bahwa kesendirian adalah benteng terbaik agar hatinya tidak lagi terluka [1]. Baginya, cinta hanyalah sebuah teka-teki rumit yang tidak pernah bisa ia pecahkan. Hingga sore itu, lonceng pintu kafe berdenting lembut. Saat mengantar Kirana pulang di bawah rintik hujan
Pilih akhir cerita (misal: dibuat menggantung atau berakhir bahagia).